Thursday, April 27, 2006

Rasionalisme vs Empirisme (1/3)

Ringkasan extension course filsafat, STF Driyarkara
Dosen: J. Sudarminta
 
Kerangka:
 
0. Pendahuluan
1. Rasionalisme (pengertian, tokoh2, ajaran2)
2. Empirisme (pengertian, tokoh2, ajaran2)
3. Tanggapan
 
 
Penjelasan.
 
0. Pendahuluan
 
o Berbicara tentang aliran pemikiran dan isme-isme, akan mengakibatkan
terjadinya generalisasi. Kategori dapat menciptakan sekat-sekat yang
membatasi.
o Walau demikian dunia ilmu selalu memuat upaya untuk
mensistematisasikan.
o Idealisme vs Realisme: aliran filsafat di bidang metafisika.
o Rasionalisme vs Empirisme: aliran filsafat di bidang epistemologi
(teori pengetahuan)
o Metafisika: mengkaji ciri-ciri hakiki realitas secara keseluruhan
o Epistemologi: kajian umum, menyeluruh, dan mendasar tentang
pengetahuan.
o Pokok persoalan epitemologi:
   - Apa yang menjadi sumber pengetahuan
   - Apa yang menjadi dasar terakhir bagi penentuan kebenaran pengetahuan
 
1. Rasionalisme
 
Pengertian
o Asal kata rasionalisme: kata Latin ratio yang berarti "akal budi" atau
"pikiran".
o Rasionalisme: menekankan pikiran sebagai sumber utama pengetahuan
manusia dan pemegang otoritas terakhir bagi penentuan kebenarannya.
 
Ajaran-ajaran
o Pikiran manusia mempunyai daya kekuatan a-priori (tanpa sebelumnya
mengandaikan pengalaman inderawi) untuk menangkap kebenaran tentang
struktur dasar alam.
o Rasionalisme didasarkan pada cara kerja deduktif.
o Merendahkan peran pengalaman inderawi, memuja kemampuan akal budi
manusia.
o Adanya gagasan bawaan (innate ideas).
o Optimis bahwa kesejahteraan umat manusia akan ditunjang oleh kemajuan
sains dan teknologi.
o Ada korelasi antara struktur pikiran manusia dengan struktur matematis
dunia ini.
o Mengagumi keniscayaan kebenaran penalaran deduktif sebagaimana
terdapat dalam logika, matematika, dan geometri.
o Sedangkan kaum positivis beranggapan bahwa semua bahasa atau
terminologi teoretis dapat diterjemankan ke dalam bahasa observasi.
o Menggambarkan Tuhan sebagai Sang Matematikawan Agung yang dalam
menciptakan dunia ini, meletakkan dasar rasional berupa struktur
matematis di dalamnya yang perlu ditemukan oleh pikiran manusia.
o Descartes, Leibniz (abad ke-17) : mengandaikan adanya Tuhan sebagai
penjamin kebenaran.
o Rasionalisme abad ke-18 cenderung anti religius.
o Idealime mutlak (Hegel) berpendapat akal budi meliputi realitas
seluruhnya. Yang real itu rasional dan yang rasional itu real.
 
 
Tokoh-tokoh rasionalisme dan ajarannya
 
 
Rene Descartes (Perancis, 1596-1650)
 
o Descartes digelari "bapak filsafat modern"
o Descartes menekankan adanya gagasan2 bawaan atau konsep yang merupakan
unsur penting dalam putusan dan kepercayaan.
o Menurut Descartes ada tiga jenis gagasan:
   1. gagasan selintas-datang (adventitious ideas): dari luar pikiran
   2. gagasan buatan (factitious ideas): gagasan yang dikonstruksikan
oleh kegiatan pikiran
   3. gagasan bawaan (innate ideas): gagasan yang diciptakan Tuhan.
o Descartes menyebutkan 3 substansi pokok:
   1. Tuhan
   2. Jiwa
   3. Materi atau dunia fisik
o Bagi Descartes gagasan bawaan yang bersifat jelas dan terpilah-pilah
(idea clara et distincta) tentang perkara yang dipersoalkan dalam
pikiran kita, menjadi tolok ukur penentuan kebenaran pengetahuan.
o Pernyataan Descartes: "saya berpikir maka saya ada" (cogito ergo sum).
o Descartes meragukan segala sesuatu, tapi baginya tak mungkin meragukan
keberadaan dirinya yang ragu-ragu itu.
 
 
Baruch Spinoza (Belanda, 1632-1677)
o Menurut Spinoza hanya ada satu substansi, yaitu Allah.
o Spinoza beraliran panteisme: Allah disamakan dengan segala sesuatu
yang ada.
o Ciri rasionalisme adalah pada bukunya yang terpenting: Ethica, ordine
geometrico demostrata (Etika yang dibuktikan dengan cara geometris)
 
 
Gottfried Wilhelm  Leibniz (Jerman, 1646-1716):
 
o Kalau tidak ada gagasan bawaan yang daripadanya dapat diturunkan
prinsip2 bawaan atau proposisi2 yang secara logis dideduksikan
daripadanya, maka tidak ada proposisi apa pun yang dapat kita pelajari.
o Leibniz berpendapat terdapat banyak substansi yang tak terhingga yang
dinamakannya "monade"
 
 
Christian Wolff (Jerman, 1679-1754)
 
o Seorang yang menyadur filsafat Leibniz menjadi suatu sistem, tetapi
juga menggunakan banyak unsur Skolastik.
o Karena kegiatan Wolff, maka rasionalisme menjadi aliran yang
merajalela di semua universitas Jerman pada waktu itu.
 
 
Referensi tambahan:
Prof. K. Bertens, Ringkasan Sejarah Filsafat, Penerbit Kanisius

0 Comments:

Post a Comment

<< Home