Thursday, April 27, 2006

Idealisme (Plato) vs Realisme (Aristoteles)

Dr. Alex Lanur
 
Kerangka:
 
1. Dua pemikir pendahulu
    a. Herakleitos (500 SM)
    b. Pamenides (480 SM)
 
2. Plato (428/7 - 348/7 SM)
    a. Dua macam pengetahuan
    b. Dua macam dunia
    c. Hubungan antara kedua dunia itu
    d. Hirarki antara idea-idea
    e. Kedudukan manusia
 
3. Aristoteles (348 - 285/6 SM)
    a. Hubungannya dengan Plato
    b. Teorinya sendiri
       1) Materi dan forma
       2) Tingkat-tingkat pengetahuan
       3) Penyebab-penyebab
       4) Perubahan atau gerakan
       5) Perubahan substansial - aksidental
       6) Substansi dan aksiden
       7) Penggerak pertama yang tidak digerakkan
       8) Pandangannya tentang manusia
 
4. Beberapa Catatan
 
 
Penjelasan:
 
1. Dua pemikir pendahulu
    Kedua pemikir ini
 
    a. Herakleitos (500 SM)
       - Tidak ada sesuatu yang mantap, semua berubah.
       - Segala sesuatu mengalir (panta thei kai uden menei)
       - Segala sesuatu adalah banyak.
       - Pengatahuan: adalah pengetahuan inderawi.
 
    b. Pamenides (480 SM)
       - Yang ada itu ada, kekal, tak terubahkan.
       - Tidak mungkin ada kejamakan. Yang ada itu satu saja.
       - Berpihak pada pengetahuan rasional.
 
2. Plato (428/7 - 348/7 SM)
 
    a. Dua macam pengetahuan
       - Prestasi Plato: membedakan dengan tajam dan tegas:
         1. pengamatan (inderawi)
         2. pemikiran (rasional)
       - Idea (eidos): yang tetap, tidak berubah, kekal, dapat
         diketahui melalui akal budi.
       - Idea bersifat objektif. Idea mempengaruhi pemikiran manusia.
       - Idea: pola asli dari sesuatu yang ditangkap indera
 
    b. Dua macam dunia
       1. Dunia jasmani, dunia gejala -> berubah, jamak, inderawi
       2. Dunia idea: kekal, sempurna, tiada perubahan, tiada kejamakan,
          merupakan "ada" yang sebenarnya
 
    c. Hubungan antara kedua dunia itu
       - Idea tidak dipengaruhi oleh benda jasmani.
       - Idea-idea mendasari dan menyebabkan benda-benda jasmani.
       - Plato mengunkapkan hubungan itu dengan 3 cara:
         1. Idea2 hadir dalam benda2 jasmani
         2. Benda2 yang konkret mengambil bagian dalam idea2
         3. Idea2 merupakan tiruan, model, contoh
 
    d. Hirarki antara idea-idea
       - "Yang Baik" (to agathon) puncak segala idea: paling sempurna
       - "Kebaikan": puncak yang menyinari segala idea lainnya dan
         membuatnya "terkenal" untuk pikiran manusia
       - Persekutuan (koinonia): hubungan antara idea2
 
    e. Kedudukan manusia
       - Manusia masuk ke dalam dua dunia
       - Dalam diri manusia digabung dua makhluk: tubuh dan jiwa
       - Jiwa berasal dari dunia idea, sekarang terkurung dalam tubuh
       - Eros: kerindan jiwa akan pemandangan bahagia di dunia idea
       - Pengetahuan: adalah ingatan kembali (anamnesis) akan idea
         yang pernah dipandangnya
 
3. Aristoteles (348 - 285/6 SM)
 
    a. Hubungannya dengan Plato
       - Aristoteles mengkritik tajam pendapat Plato tentang idea
       - Aristoteles: idea tidak ada, yang ada hal-hal yang konkret saja
       - Sependapat dengan Plato: ilmu berbicara tentang yang umum & tetap
 
    b. Teorinya sendiri
       1) Materi dan forma (forma-materia, morphe-hyle)
          - Setiap benda jasmani terdiri dari bentuk dan materi (bahan)
          - Materi adalah asas yang sama sekali terbuka
          - Materi adalah kemungkinan untuk menerima bentuk
          - Bentuk adalah asas yang menentukan
          - Hyle prote (materi pertama) materi
 
       2) Tingkat-tingkat pengetahuan, ada 3:
          1. Pengetahuan pengalaman (empeiria): pengetahuan tentang suatu hal
          2. Pengetahuan keterampilan (techne): untuk menghasilkan sesuatu
          3. Pengetahuan ilmiah (episteme): pengetahuan demi pengetahuan
          - Metafisika (sophia): ilmu yang tertinggi, karena mencari asas
            asas yang paling fundamental
 
       3) Penyebab-penyebab, ada 4:
          1. penyebab efisien (causa efficiens): sumber kejadian
          2. penyebab final (causa finalis): tujuan yang menjadi sasaran
             seluruh kejadian
          3. penyebab material (causa materialis): bahan pembuat benda
          4. penyebab formal (causa formalis): bentuk tertentu ditambahkan
             pada sesuatu, mis: kayu menjadi kursi kayu
          - Penyebab nomor 1 dan 2: menentukan kejadian dari luar
          - Penyebab nomor 3 dan 4: menentukan kejadian dari dalam
 
       4) Perubahan atau gerakan
          - Dalam setiap perubahan ada 3 faktor:
            1. alas yang tetap (substrat),
            2. keadaan yang lama
            3. keadaan yang baru
          - Contoh: substrat:air, perubahan: dingin->panas
 
       5) Perubahan substansial - aksidental
          - Perubahan substansial: mis. anjing jadi bangkai
          - Perubahan aksidental: mis. air dingin jadi panas
          - Perubahan substansial memerlukan: substrat, keadaan dahulu
            dan keadaan baru
 
       6) Substansi dan aksiden
          - Substansi: hal yang berdiri sendiri, dapat menerima keterangan
          - Aksiden: hal yang dikenakan pada sesuatu yang berdiri sendiri
          - Contoh: substansi: kertas, aksiden: warna merah
 
       7) Penggerak pertama yang tidak digerakkan
          - Allah: dipandang sebagai penggerak pertama yang tidak digerakkan
          - Jagat raya tidak dapat dibinasakan, gerakan adalah abadi
          - Penggerak ini dianggap sebagai Aktus Murni
          - Allah adalah pemikiran yang memandang pemikirannya sendiri
          - Penggerak tidak mengenal atau mencintai sesuatu yang lain
            daripada dirinya sendiri
 
       8) Pandangannya tentang manusia
          - Semua makhluk hidup mempunyai dua aspek: jiwa dan badan
          - Badan adalah materi, jiwa adalah bentuknya
          - Jiwa adalah aktus pertama dari suatu badan organis
 
 
4. Beberapa Catatan
 
- Tentang akal budi dan pancaindera:
   Plato: berbeda dan berpisah.
   Aritoteles: berbeda tetapi tidak berpisah.
 
- Tentang sikap berjalan
   Plato: memandang ke atas -> ke dunia ide
   Aritoteles: memandang ke bawah -> ke dunia realitas
 
- Penekanan dalam filsafat
   Plato: membahas "kebaikan" -> kehendak
   Aristoteles: membahas "kebenaran" -> akal budi
 
- Tentang jiwa
   Plato: menganut pendapat akan kebakaan jiwa
   Aristoteles: jiwa manusia akan binasa
 
- Teori pengetahuan:
   Plato: pengetahuan adalah ingatan kembali (anamnesis)
   Aristoteles: teori abstraksi

2 Comments:

Anonymous andi alamsyah said...

ini dia yg ane cari, thanks ya reverensinya, buat nyusun makalah ilmu filsafat.

9:37 AM  
Anonymous Anonymous said...

it is the biggest macro war of ideology (& religion).

11:16 AM  

Post a Comment

<< Home