Thursday, April 27, 2006

Cara membatasi filsafat

Karena sangat luasnya lapangan ilmu filsafat, maka menjadi sukar pula
orang mempelajarinya, dari mana hendak dimulai dan bagaimana cara
membahasnya agar orang yang mempelajarinya segera dapat mengetahuinya.
 
Pada zaman modern ini pada umunya orang telah sepakat untuk mempelajari
ilmu filsafat itu dengan dua cara, yaitu :
1. Dengan mempelajari sejarah perkembangan sejak dahulu kala hingga
sekarang (metode historis),
2. Dengan cara mempelajari isi atau lapangan pembahasannya yang diatur
dalam bidang-bidang tertentu (metode sistematis).
 
Dalam metode historis orang mempelajari perkembangan aliran-aliran
filsafat sejak dahulu kala sehingga sekarang. Di sini dikemukakan
riwayat hidup tokoh-tokoh filsafat di segala masa, bagaimana timbulnya
aliran filsafatnya tentang logika, tentang metafisika, tentang etika,
dan tentang keagamaan. Seperti juga pembicaraan tentang zaman purba
dilakukan secara berurutan (kronologis) menurut waktu masing masing.
 
Dalam metode sistematis orang membahas langsung isi persoalan ilmu
filsafat itu dengan tidak mementingkan urutan zaman perjuangannya
masing-masing. Orang membagi persoalan ilmu filsafat itu dalam
bidang-bidang yang tertentu. Misalnya, dalam bidang logika dipersoalkan
mana yang benar dan mana yang salah menurut pertimbangan akal, bagaimana
cara berpikir yang benar dan mana yang salah. Kemudian dalam bidang
etika dipersoalkan tentang manakah yang baik dan manakah yang baik dan
manakah yang buruk dalam pembuatan manusia.
 
Di sini tidak dibicarakan persoalan-persoalan logika atau metafisika.
Dalam metode sistematis ini para filsuf kita konfrontasikan satu sama
lain dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam soal etika kita
konfrontasikan saja pendapat pendapat filsuf zaman klasik (Plato dan
Aristoteles) dengan pendapat filsuf zaman pertengahan (Al-Farabi atau
Thimas Aquinas), dan pendapat filsuf zaman 'aufklarung' (Kant dan
lain-lain) dengan pendapat-pendapat filsuf dewasa ini (Jaspers dan
Marcel) dengan tidak usah mempersoalkan tertib periodasi masing-masing.
Begitu juga dalam soal-soal logika, metafisika, dan lain-lain.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home