Tuesday, March 28, 2006

Bom Medan atau Bom Jakarta, Bandar Judi yang Beraksi

Reporter:Aulia Andri

Elit politik Jakarta bisa saja hendak membikin huru-hara di Medan. Namun perlawanan bandar judi Medan terhadap operasi anti-judi yang dilakukan polisi, juga menjadi faktor penting terjadinya ledakan bom di Medan. Mereka ingin unjuk diri, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan.

Akibta teror bom sepekan terakhir ini, Medan makin panas. Tak heran gertakan ala Medan pun keluar dari berbagai pihak. Ikatan Pemuda Karya (IPK) yang dipimpin oleh Olo Panggabean, mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya siap mengamankan Medan. Olo juga menegaskan ribuan anggota IPK yang tersebar di seluruh Sumut diperintahkan siaga untuk mengantisipasi teror bom.

Namun pernyataan Ketua Umum IPK tak ditanggapi serius oleh masyarakat. Malah ada yang mengatakan bahwa pernyataan itu untuk mengalihkan perhatian, bahwa penutupan arena judi-lah yang menjadi sebab teror bom. Maklum, perseteruan polisi dengan Olo Panggabean yang mengelola beberapa tempat judi, sudah menjadi rahasia umum di Medan.

Polisi Medan memang sedang gencar melakukan operasi anti-judi. Tak terkecuali beberapa jenis judi seperti Hwa-Hwe, Toto Gelap (Togel) dan KIM, yang selama ini diback-up oleh Olo Panggabean. Nah, kegiatan polisi yang membrantas judi inilah yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai penyebab teror bom Medan.

Bahkan ada yang bilang, teror bom ini merupakan kelanjutan dari perisitiwa yang meletus di kampus Universitas HKP Nommensen (UHN) Medan tiga pekan silam. Perisitiwa yang menewaskan dua mahasiswa itu, bermula dari masalah sepele.Polisi menahan seorang mahasiswa UHN karena tertangkap tangan sedang mengedarkan kupon Hwa-Hwe.

Namun karena solidaritas, ratusan mahasiswa UHN kemudian turun kejalan. Bentrokan dengan aparat kepolisian tak terelakkan. Apalagi mahasiwa UHN kemudian menyandera dua anggota polisi dan meminta ditukar dengan mahasiswa UHN yang ditahan polisi. Akibat bentrokan mahasiswa versus polisi itu, dua orang mahasiswa tewas.

Karena kasus ini berlatarbelakang perjudian, maka munculnya isu bahwa aksi mahasiswa UHN itu ditunggangi oleh para bandar judi.

Pihak UHN sendiri membantah anggapan itu. Jeri L Tobing, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UHN membantah keras aksi rekan-rekannya ditunggani pihak lain. Apalagi oleh para bandar judi. "Aksi unjuk rasa itu cuma aksi solidaritas. Karena kami mendengar rekan kami ditangkap tak sesuai prosedur," katanya. Pihak IPK sendiri yang diduga dibelakang kasus UHN, bungkam seribu bahasa. Mereka memilih tak berkomentar kepada wartawan.

Belum selesai lagi kasus UHN dituntaskan Medan kembali diguncang. Kali ini dengan teror bom. Dua peristiwa yang terjadi hanya dalam hitungan tiga pekan itu, sekan membenarkan bahwa para bandar judi memang tengah bermain api di Medan.

Apalagi, hampir seluruh orang Medan mengetahui, Kapolda Sumut sekarang ini, Brigjen Sutanto, sudah lama menjadi musuh para bandar judi. Sebab sebelumnya, ketika ia menjadi perwira pertama dan bertugas di Medan, ia sangat aktif memberantas perjudian. Jadi, inilah saatnya bagi para bandar judi untuk menunjukkan dirinya, bahwa merekalah yang berkuasa di Medan.

Kapolda sendiri menegaskan, bahwa operasi anti-judi yang dilakukannya selain karena judi memang illegal, juga atas kehendak masyarkat. "Saya memang bertugas di Medan ketika menjadi perwira pertama. Dan kemudian dipindahtugaskan karena saya meberantas judi. Tetapi semua ini saya lakukan bukan karena dendam," tegasnya.

Sutanto cenderung melihat, peledakan bom di Medan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan berbagai perisitiwa yang terjadi di daerah lain. Bila dilihat caranya membuat bom yang sudah profesional, pelakunya adalah sebuah kelompok terorganisir. Yang jelas, "Ada konspirasi sebuah kelompok yang ingin mengacau Medan," tegas Sutanto.

Sementara Kapoltabes Medan Letkol Hasyim Irianto menyatakan, bahwa operasi anti-judi di Medan emamng mendapat tantangan dari sekelompok orang. Kelompok ini sengaja mengembangkan imej jelek, seolah-olah kalau judi dibernatas, tindak kriminal di Medan meningkat. "Cara berpikir seperti itu yang ingin kita luruskan," katanya. (dik)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home