Tuesday, March 28, 2006

ABRI/TNI = the real mafia??

Para Pembaca yth, sebenarnya peristiwa penculikan2, pembunuhan2, penjarahan2, pemerkosaan2 memang tidak asing bagi ABRI, inilah ulah dari jamannya jendral besar( pur ) kita AH Nasution, jendral Mafia Soeharto dan sampai sekarang yang dipimpin oleh jendral Wiranto. ABRI selalu menindas kaum lemah terutama WNI keturunan Cina, yang dijadikan sapi perahan. Apalagi sekarang menjamur yayasan2 ABRI yaitu untuk membiayai kesejahteraan ABRI terutama perwira2 tingginya yang banyak menikmatinya. Mulai kedudukan Camat sampai Gubernur dipegang militer, semakin hari semakin sengsara negara kita diperas militer, se-olah2 tanpa dipimpin militer negara Indonesia akan ambruk.
Bagaimana rakyat akan mempercayainya kalau ABRI terutama oknum2 AD sudah se- wenang2 melakukan penculikan2, pembunuhan2, penjarahan2, terutama pemerkosaan2 yang didalangi oknum2 AD, ini sangat memalukan martabat bangsa Indonesia. Menurut saya tidak heran yang menjadi jendral2 karena KKN tidak perlu adanya disiplin asal setoran pada atasan lancar, inilah yang merusak moral dan mental ABRI.
Lihat contohnya jendral yang menjadi MenPolkam ( Faisal Tanjung ) untuk mendapatkan uang saku saja cukup hanya memanggil pengusaha2 WNI keturunan Cina, beliau main golf dengan pengusaha2 tsb, taruhannya uang yang tidak sedikit, dimana beliau selalu menang taruhannya, inilah cara2 yang halus untuk minta uang.
Siapa sebenarnya penculik2 klas kakap ??? yang tahu hanya perwira tinggi yang mempunyai jalur MAFIA Indonesia, masyarakat sipil hanya dikibuli saja. Siapa yang membuat Bank2 swasta dan Bank Negara bangkrut ? siapa lagi kalau bukan si baju hijau, yang ditonjolkan si Cino ne yo opo ora rek. Pejabat2 sipil tidak bisa berbuat apa2 hanya ikut menanda tangani dan kecipratan hasil korupsi dan kolusinya.
Raja diraja Mafia Indonesia sudah lengser akan tetapi kaki tangannya masih memegang peranan, yang dinamakan pahlawan2 kesiangan sekarang, lihat saja ulah mereka lebih banyak bicara reformasi daripada rakyat biasa dan mahasiswa. Inilah taktik Soeharto yang masih memegang kekuasaan dibelakang layar.
Apakah mampu Habibie memberantas jaringan Mafia ini ? korban terlalu banyak kalau kasus ini diungkapkan di Media. Saya mengusulkan kepada presiden Habibie supaya ABRI yang sekarang dibubarkan saja, membentuk ABRI yang sesuai dengan reformasi, diskrining betul2 untuk mengayomi rakyat. Semoga jendral2 kancil kita tidak lupa diri diatas penderitaan rakyat.

Prihatin,

Anak Berlan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Jul 1998 jam 04:20:48 GMT+1 (Waktu Jerman) oleh: Indonesia Daily News Online http://www.uni-stuttgart.de/indonesia/news/

0 Comments:

Post a Comment

<< Home